Sabtu, 01 Desember 2012

BAHASA INDONESIA SEMESTER 1


Proposal
Posted by scrappertrapz
Proposal dapat didefinisikan sebagai rencana kerja yang disusun secara sistematis dan terinci untuk suatu kegiatan yang bersifat formal.
Unsur-unsur proposal
1. Nama kegiatan (Judul)
Nama kegiatan/judul yang akan dilaksanakan tercermin dalam judul proposal.
2. Latar belakang
Latar belakang proposal berisi pokok-pokok pemikiran dan alasan perlunya diadakan kegiatan tertentu.
3. Tujuan kegiatan
Penyusunan proposal harus merumuskan tujuan sedemikian rupa agar target yang akan dicapai dan nilai tambah yang diperoleh dapat dirasakan oleh pembaca proposal. Oleh karena itu, tujuan harus dijabarkan supaya tampak manfaatnya.
4. Tema
Tema adalah hal yang mendasari kegiatan tersebut.
5. Sasaran/peserta
Penyusun proposal harus menetapkan secara tegas siapa yang akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
6. Tempat dan waktu kegiatan
Dalam proposal harus dituliskan secara jelas kapan dan di mana kegiatan akan dilaksanakan.
7. Kepanitiaan
Penyelenggara atau susunan panitia harus dicantumkan dalam proposal dan ditulis secara rinci.
8. Rencana anggaran kegiatan
Penulis proposal harus menyusun anggaran biaya yang logis dan realistis, serta memperhatikan keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran.
9. Penutup
Contoh Proposal : 
Proposal Festival Band SMA se-Jabotabek 2007
I. Latar belakang
Musik itu indah dan menyenangkan. Banyak orang menyukai musik karena menemukan kepuasan dan kedamaian di dalam musik. Generasi muda khususnya para pelajar SMA adalah sebagian besar dari kelompok masyarakat yang menyukai musik. Musik bagi mereka sudah menjadi identitas khusus yang memiliki kebanggaan tersendiri.
Dalam rangka hari ulang tahun yang ke-25 SMA Negeri 78, OSIS SMA Negeri 78 akan menyelenggarakan festival band tingkat SMA se-Jabotabek. Kegiatan ini diselenggarakan untuk menampung dan menyalurkan bakat serta kemampuan para siswa dalam olah suara yang dipadukan dengan musik.
II. Tujuan kegiatan
1. Menampung dan menyalurkan bakat seni, khususnya di bidang musik bagi siswa dan siswi SMA se-Jabodetabek.
2. Meningkatkan kemampuan para peserta dalam mengapresiasikan musik.
3. Membina kebersamaan para pelajar SMA se-Jabotabek.
III. Tema
“Melalui festival band kita tingkatkan apresiasi musik di kalangan para pelajar SMA se-Jabotabek.“
IV. Peserta dan pendaftaran
Peserta adalah para pelajar SMA Negeri dan Swasta se-Jabotabek.
Peserta wajib mengisi formulir pendaftaran yang telah disiapkan dengan ketentuan sebagai berikut:
a. mengisi formulir pendaftaran seharga Rp 150.000,00 setiap group;
b. setiap sekolah dapat mengirimkan satu group band; dan
c. formulir pendaftaran diserahkan kepada panitia paling lambat tanggal 24 Februari 2007.
V. Tempat pendaftaran
Ruang OSIS SMA 78, Jln. Sejahtera No. 26 Jakarta Pusat. Telp. 021-465378, Fax.021-123456.
VI. Syarat pendaftaran
Membayar biaya pendaftaran dan menyerahkan formulir yang telah diisi kepada panitia penyelenggara.
VII. Kategori lagu
1. Lagu wajib : I Have A Dream (Westlife)
2. Lagu pilihan :
She All I Ever Had (Ricky Martin); No Matter What (Boyzone); I Want It That Way ( Backstreet Boys); Old Before I Die (Robbie Williams); dan You Needed Me (Boyzone).
VIII. Waktu Pelaksanaan
Technical Meeting
Hari/Tanggal : 27 Februari 2007
Tempat : Aula SMA Negeri 78
Pukul : 10.00
Lomba
Hari/Tanggal : 28 Februari 2007
Tempat : Aula SMA Negeri 78
Pukul : 11.30 sampai selesai
Hadiah
Juara I : Rp 2.500.000,00; tropi; dan piagam
Juara II : Rp 2.000.000,00; tropi; dan piagam
JuaraIII : Rp 1.500.000,00; tropi; dan piagam
IX. Kepanitiaan
Penanggung jawab : Kep Sek SMA Negeri 78
Ketua : Anisa
Wakil ketua : Rino Sutanto
Sekretaris : Marsel L.
Bendahara : Anastasia Widhastuti
Koordinator Acara : Mohammad Adisatya
Konsumsi : Tuti Adhitama
Dokumentasi : Prayitno
Dekorasi : Ragil Wulandari
X. Dewan Juri
1. Andi Supito (pengamat musik) 2. Siti Susanti (penyanyi) 3. Dodo Pangaribuan (gitaris)
XI. Anggaran
Pemasukan
Peserta 40 x Rp 150.000,00 Rp 6.000.000,00
Subsidi OSIS Rp 3.000.000,00
Sumbangan Depdiknas Rp 1.000.000,00
Sponsor Rp 3.200.000,00
Rp 13.200.000,00
Pengeluaran
Konsumsi Rp 1.700.000,00
Sewa Sound sistem Rp 1.000.000,00
Honor tiga dewan juri Rp 3.000.000,00
Pembelian hadiah Rp 6.000.000,00
Dokumentasi Rp 600.000,00
Dekorasi Rp 600.000,00
Lain-lain Rp 300.000,00
Rp 13.200.000,00
XII. Penutup
Kegiatan ini akan berjalan baik dan lancar berkat dukungan dan bantuan semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu. Oleh karena itu, kami ucapkan terima kasih.
Jakarta, 02 Januari 2007
Mengetahui,                                                                                         Ketua Panitia,

Kepala Sekolah,                                                                                  Drs. Ananta Anisa

FISIKA SEMESTER 1

MATERI FISIKA


Kinematika dengan Analisis Vektor  

Rangkuman:
Pada bab pertama ini kita akan mempelajari kinematika dengan analisis vektor. Kita belajar tentang gerak tanpa membahas gaya penyebabnya.
Di sini kita akan membahas posisi, kecepatan dan percepatan pada gerak lurus yang dianalisis secara vektor.
1.Pada gerak translasi, posisi partikel tiap saat dapat  dinyatakan sebagai vektor.
r = xi + yj
Dan perpindahannya memenuhi:         Δr = r2− r1
2. Kecepatan benda yang bergerak.
a. Nilai rata-ratanya :             V=Δr/Δt

GLB
Gerak Lurus Beraturan (GLB) adalah gerak lurus pada arah mendatar dengan kocepatan v tetap (percepatan a = 0), sehingga jarakyang ditempuh S hanyaditentukan oleh kecepatan yang tetap dalam waktu tertentu.
Pada umumaya GLB didasari oleh Hukum Newton I ( S F = 0 ).
S = X = v . t ;
a = Dv/Dt = dv/dt = 0
v = DS/Dt = ds/dt = tetap
Tanda D (selisih) menyatakan nilai rata-rata.
Tanda d (diferensial) menyatakan nilai sesaat.

GLBB
Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) adalah gerak lurus pada arah mendatar dengan kecepatan v yang berubah setiap saat karena adanya percepatan yang tetap. Dengan kata lain benda yang melakukan gerak dari keadaan diam atau mulai dengan kecepatan awal akan berubah kecepatannya karena ada percepatan (a= +) atau perlambatan (a= -).
Pada umumnya GLBB didasari oleh Hukum Newton II ( S F = m . a ).
vt = v0 + a.t
vt2 = v02 + 2 a S
S = v0 t + 1/2 a t2
vt = kecepatan sesaat benda
v0 = kecepatan awal benda
S = jarak yang ditempuh benda
f(t) = fungsi dari waktu t
v = ds/dt = f (t)
a = dv/dt = tetap
Syarat : Jika dua benda bergerak dan saling bertemu maka jarak yang ditempuh kedua benda adalah sama.

GRAFIK GLB-GLBB
Grafik gerak benda (GLB dan GLBB) pada umumnya terbagi dua, yaitu S-t dangrafik v-t. 
Pemahaman grafik ini penting untuk memudahkan penyelesaian soal.
Khusus untuk grafik v-t maka jarak yang ditempuh benda dapat dihitung dengan cara menghitung luas dibawah kurva grafik tersebut.

GERAK JATUH BEBAS:
y = h = 1/2 gt2

t = Ö(2 h/g)

yt = g t = 
Ö(2 g h)
adalah gerak jatuh benda pada arah vertikal dari ketinggian h tertentu tanpa kecepatan awal (v0 = 0), jadi gerak benda hanya dipengaruhi oleh gravitasi bumi g. 
g = percepatan gravitasi bumi.
y = h = lintasan yang ditempuh benda pada arah vertikal,(diukur dari posisi benda mula-mula).
t = waktu yang dibutuhkan benda untuk menempuh lintasannya.

GERAK VERTIKAL KE ATAS:
adalah gerak benda yang dilempar dengan suatu kecepatan awal v0 pada arah vertikal, sehingga a = -g (melawan arah gravitasi).
syarat suatu benda mencapai tinggi maksimum (h maks): Vt = 0
Dalam penyelesaian soal gerak vertikal keatas, lebih mudah diselesaikan dengan menganggap posisi di tanah adalah untuk Y = 0.
Contoh:
1. Sebuah partikel bergerak sepanjang sumbu-X dengan persamaan lintasannya: X = 5t2 + 1, dengan X dalam meter dan t dalam detik. Tentukan:
a. Kecepatan rata-rata antara t = 2 detik dan t = 3 detik.
b. Kecepatan pada saat t = 2 detik.
c. Jarak yang ditempah dalam 10 detik.
d. Percepatan rata-rata antara t = 2 detik dan t = 3 detik.
Jawab:
a. v rata-rata = DX / Dt = (X3 – X2) / (t3 – t2) = [(5 . 9 + 1) - (5 . 4 + 1)] / [3 - 2] = 46 – 21 = 25 m/ detik
b. v2 = dx/dt |t=2 = 10 |t=2 = 20 m/detik.
c. X10 = ( 5 . 100 + 1 ) = 501 m ; X0 = 1 m
Jarak yang ditempuh dalam 10 detik = X10 – X0 = 501 – 1 = 500 m
d. a rata-rata = Dv / Dt = (v3- v2)/(t3 – t2) = (10 . 3 – 10 . 2)/(3 – 2) = 10 m/det2
2. Jarak PQ = 144 m. Benda B bergerak dari titik Q ke P dengan percepatan 2 m/s2 dan kecepatan awal 10 m/s. Benda A bergerak 2 detik kemudian dari titik P ke Q dengan percepatan 6 m/s2 tanpa kecepatan awal. Benda A dan B akan bertemu pada jarak berapa ?
Jawab:
Karena benda A bergerak 2 detik kemudian setelah benda B maka tB = tA + 2.
SA = v0.tA + 1/2 a.tA2 = 0 + 3 tA2
SB = v0.tB + 1/2 a.tB2 = 10 (tA + 2) + (tA + 2)2
Misalkan kedua benda bertemu di titik R maka
SA + SB = PQ = 144 m
3tA2 + 10 (tA + 2) + (tA + 2)2 = 144
2tA2 + 7tA – 60 = 0
Jadi kedua benda akan bertemu pada jarak SA = 3tA2 = 48 m (dari titik P).
3. Grafik di bawah menghubungkan kocepatan V dan waktu t dari dua mobil A dan B, pada lintasan dan arah sama. Jika tg a = 0.5 m/det, hitunglah:
a. Waktu yang dibutuhkan pada saat kecepatan kedua mobil sama.
b. Jarak yang ditempuh pada waktu menyusul


Jawab:
Dari grafik terlihat jenis gerak benda A dan B adalah GLBB dengan V0(A) = 30 m/det dan V0(B) = 0.
a. Percepatan kedua benda dapat dihitung dari gradien garisnya,
jadi : aA = tg a = 0.5
10/t = 0.5 ® t = 20 det
aB = tg b = 40/20 = 2 m/det
b. Jarak yang ditempuh benda
SA = V0 t + 1/2 at2 = 30t + 1/4t2
SB = V0 t + 1/2 at2 = 0 + t2
pada saat menyusul/bertemu : SA = SB ® 30t + 1/4 t2 = t2 ® t = 40 det
Jadi jarak yang ditempuh pada saat menyusul : SA = SB = 1/2 . 2 . 402 = 1600 meter

GERAK PARABOLA 
Gerak ini terdiri dari dua jenis, yaitu:

1. Gerak Setengah Parabola
Benda yang dilempar mendatar dari suatu ketinggian tertentu dianggap tersusun atas dua macam gerak, yaitu :
a.Gerak pada arah sumbu X (GLB) vx = v0
Sx = X = vx t
Gbr. Gerak Setengah Parabola
b.Gerak pada arah sumbu Y (GJB/GLBB) vy= 0
]® Jatuh bebas
y = 1/2 g t2
2. Gerak Parabola/Peluru
Benda yang dilempar ke atas dengan sudut tertentu, juga tersusun atas dua macam gerak dimana lintasan
dan kecepatan benda harus diuraikan pada arah X dan Y.

a.Arah sb-X (GLB) v0x = v0 cos q (tetap)
X = v0x t = v0 cos q.t

Gbr. Gerak Parabola/Peluru
b.Arah sb-Y (GLBB) v0y = v0 sin q
Y = voy t – 1/2 g t2
= v0 sin q . t – 1/2 g t2
vy = v0 sin q – g t
Syarat mencapai titik P (titik tertinggi): vy = 0
top = v0 sin q / g
sehingga
top = tpqtoq = 2 top
OQ = v0x tQ = V02 sin 2q / g
h max = v oy tp – 1/2 gtp2 = V02 sin2 q / 2g
vt = Ö (vx)2 + (vy)2
Contoh:
1. Sebuah benda dijatuhkan dari pesawat terbang yang sedang melaju horisontal 720 km/jam dari ketinggian 490 meter. Hitunglah jarak jatuhnya benda pada arah horisontal ! (g = 9.8 m/det2).
Jawab:
vx = 720 km/jam = 200 m/det.
h = 1/2 gt2 ® 490 = 1/2 . 9.8 . t2
t = 100 = 10 detik
X = vx . t = 200.10 = 2000 meter

2. Peluru A dan peluru B ditembakkan dari senapan yang sama dengan sudut elevasi yang berbeda; peluru A dengan 30o dan peluru B dengan sudut 60o. Berapakah perbandingan tinggi maksimum yang dicapai peluru A dan peluru B?
Jawab:
Peluru A:
hA = V02 sin2 30o / 2g = V02 1/4 /2g = V02 / 8g
Peluru B:
hB = V02 sin2 60o / 2g = V02 3/4 /2g = 3 V02 / 8g
hA = hB = V02/8g : 3 V02 / 8g = 1 : 3

MODUL FISIKA
MATERI : GERAK MELINGKAR
KELAS /SM : X / I
Gerak melingkar terbagi dua, yaitu:
1. GERAK MELINGKAR BERATURAN (GMB)
GMB adalah gerak melingkar dengan kecepatan sudut (w) tetap.
Arah kecepatan linier v selalu menyinggung lintasan, jadi sama dengan arah kecepatan tangensial sedanghan besar kecepatan v selalu tetap (karena wtetap). Akibatnya ada percepatan radial ar yang besarnya tetap tetapi arahnya berubah-ubah. ar disebut juga percepatan sentripetal/sentrifugal yang selalu | v.
v = 2pR/T = w R
ar = v2/R = w2 R
s = q R
2. Percepatan Tangensial (at) 
Pada gerak melingkar berubah beraturan selain percepatan sentripetal (as) juga mempunyai percepatan tangensial (at).

Percepatan Tangensial (at) diperoleh :
sumber: http://sulaiman4fun.blogspot.com/2012/09/kinematika-dengan-analisis-vektor-bab-1.html