Sabtu, 01 Desember 2012

SEJARAH SEMESTER 2


PERKEMBANGAN PENGARUH BARAT DAN PERUBAHAN EKONOMI, DEMOGRAFI DAN KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DI INDONESIA PADA MASA KOLONIAL

  1. LATAR BELAKANG KEDATANGAN ORANG – ORANG EROPA

Renaissance berasal dari bahasa Prancis, Renascari yaitu kelahiran kembali kebudayaan klasik dari jaman Romawi dan Yunani kuno yang meliputi kesusasteraan, seni dan ilmu pengetahuan. Gerakan ini dipelopori oleh  Dante Aligheiri, Petrarca dan Boccacio.
Timbulnya gerakan ini disebabkan oleh :
  1. Terjadinya pertumbuhan perdagangan di kota Venesia, Florence dan Geno (Italia)
  1. Adanya puing-puing bangunan lama yang megah dan mengagumkan di kota Roma dan kota-kota lainnya
  1. Perkembangan ekonomi Italia lebih maju dari Negara Eropa lainnya
  2. Bangsawan Italia tidak tinggal di pedalaman tapi di kota-kota
  1. Penjelajahan samudera dan Penemuan daerah baru
Awal abad ke 16 bangsa Portugis, Spanyol, Inggris dan Negara Eropa lainnya mengadakan penjelajahan samudera karena didorong oleh factor-faktor :
a.  Tahun 1453 kota Konstantinopel jatuh ke tangan Turki yang mengakibatkan harga  rempah-rempah menjadi sangat mahal
  • Berkembangnya Ilmu pengetahuan tentang bumi dan ilmu astronomi dan penemuan kompas
  • Timbulnya keinginan untuk mencari keuntungan yang besar dan upaya untuk mencari daerah baru
  • Ingin menyebarkan agama Kristen ke seluruh dunia
  • Adanya  Penemuan baru di bidang ilmu Pengetahuan
a.  Johan Guttenberg menemukan mesin cetak
b.  Nicolaus Copernicus menemukan matahari sebagai pusat tata surya
c.  Galileo galilei menemukan teleskop
d.  Marthin Luther pencetus agama kristen Protestan




  1. PAHAM RASIONALISME, REVOLUSI INDUSTRI, DAN KAPITALISME SERTA PERKEMBANGAN KOLONIALISME DAN IMPERIALISME BARAT DI INDONESIA
1.  Paham Rasionalisme
Rasionalisme adalah paham yang menganggap sesuatu itu dianggap benar jika sesuai dengan akal pikiran. Tempat kelahiran rasionalisme adalah Prancis (Renne Descartes 1596-1650). Ia adalah seorang filosof,ilmuwan dan matematikus Prancis yang tersohor. Sebenarnya, rasionalisme merupakan kelanjutan dari perlawanan terhadap ajaran-ajaran yang bersifat dogmatis dan taradisi yang mulai tampak pada abad ke-15 dan abad ke-16.
2.  Merkantilisme
Istilah Merkantilisme diambil dari kata ”Mercari” yang artinya berjual beli. Merkantilisme adalah sebuah sistem ekonomi di mana negara memiliki wewenang yang besar, atau disebut juga sebagai sistem ekonomi proteksi. Kemakmuran diperoleh dari perdagangan luar negeri.
Tujuan dari merkantilisme adalah untuk melindungi perkembangan industri perdagangan dan melindungi kekayaan negara yang ada di masing-masing negara. Negara atau pemerintah memperoleh kekayaan sebanyak-banyaknya untuk membiayai negara; negara atau pemerintah merupakan satu-satunya penguasa ekonomi. Cara yang digunakan dalam rangka memperkaya Negara adalah dengan penumpukan kekayaan yang berupa logam mulia yaitu emas dan perak. Negara yang banyak memiliki timbunan logam mulia dalam jumlah yang besar merupakan negeri yang kaya, dan mempunyai kemampuan untuk mengembangkan kekuatannya sehingga dapat memperkuat armada perangnya.
3.  Revolusi Industri
Revolusi Industri adalah perubahan radikal dalam cara pembuatan atau
memproduksi barang-barang dengan menggunakan mesin-mesin, baik untuk tenaga penggerak maupun untuk tenaga pemproses. Dengan digunakannya mesin-mesinmenjadikan tenaga manusia tidak terpakai lagi, sehingga terjadi peningkatan kualitas
dan kuantitas produksi barang, termasuk perubahan dalam cara kerja dan
pemasarannya.
4.  Kapitalisme
Kapitalisme adalah system dan paham ekonomi yang modalnya ( penanaman         modal dan kegiatan industrinya ) bersumber pada modal pribadi atau modal       perusahaan swasta guna bersaing bebas di pasaran internasional, nasional maupun       lokal. Kapitalisme merupakan respon terhadap merkantilisme yang menempatkan        Negara sebagai pemilik kekayaan Negara. Kapitalisme menempatkan individu        sebagai pemilik modal yang menguasai kekayaan alam.

KIMIA SEMESTER 2


Larutan Asam-Basa


TEORI ASAM-BASA

A. MENURUT ARRHENIUS
Asam ialah senyawa yang dalam larutannya dapat menghasilkan ion H+.
Basa ialah senyawa yang dalam larutannya dapat menghasilkan ion OH-.
Contoh:

1) HCl(aq)--- H+ (aq) + Cl-(aq)
2) NaOH(aq) ---Na+ (aq) + OH-(aq)

B. MENURUT BRONSTED-LOWRY
Asam ialah proton donor, sedangkan basa adalah proton akseptor.
Contoh:
1) HA(aq) + H2O(l) --- H3O+(aq) + A-(aq)
asam-1 basa-2 asam-2 basa-1
HA dengan A- merupakan pasangan asam-basa konyugasi.
H3O+ dengan H2O merupakan pasangan asam-basa konyugasi.

2) H2O(l) + NH3(aq) ---- NH4+ (aq) + OH-(aq)
asam-1 basa-2 asam-2 basa-1

H2O dengan OH- merupakan pasangan asam-basa konyugasi.
NH4+ dengan NH3 merupakan pasangan asam-basa konyugasi.
Pada contoh di atas terlihat bahwa air dapat bersifat sebagai asam (proton donor) dan sebagai
basa (proton akseptor). Zat atau ion atau spesi seperti ini bersifat ampiprotik (amfoter).

c. Lewis
Asam adalah aseptor pasangan elektron dan Basa adalah donor pasangan elektron
Contoh:

BF3 + NH3 ------ BF3NH3
basa asam





Kesetimbangan Disosiasi
LARUTAN adalah campuran homogen dua zat atau lebih yang saling melarutkan dan masing-masing zat
penyusunnya tidak dapat dibedakan lagi secara fisik.
Larutan terdiri atas zat terlarut dan pelarut.
Berdasarkan daya hantar listriknya (daya ionisasinya), larutan dibedakan dalam dua macam, yaitu
larutan elektrolit dan larutan non elektrolit.
Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik.
Larutan ini dibedakan atas :

1. ELEKTROLIT KUAT
Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang mempunyai daya hantar listrik yang kuat, karena zat terlarutnya didalam pelarut (umumnya air), seluruhnya berubah menjadi ion-ion (alpha =1).
Yang tergolong elektrolit kuat adalah:
a. Asam-asam kuat, seperti :
HCl, HCl03, H2SO4, HNO3 dan lain-lain.
b. Basa-basa kuat, yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali tanah, seperti:
NaOH, KOH,Ca(OH) 2, Ba(OH) 2 dan lain-lain.
c. Garam-garam yang mudah larut, seperti:
NaCl, KI, Al2(SO4) 3 dan lain-lain


2. ELEKTROLIT LEMAH
Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang daya hantar listriknya lemah dengan harga
derajat ionisasi sebesar: O < alpha < 1.
Yang tergolong elektrolit lemah:
a. Asam-asam lemah, seperti : CH3COOH, HCN, H2CO3, H2S dan lain-lain
b. Basa-basa lemah seperti : NH4OH, Ni(OH) 2 dan lain-lain
c. Garam-garam yang sukar larut, seperti : AgCl, CaCrO4, PbI2 dan lain-lain


Larutan non elektrolit
adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik, karena zat
terlarutnya di dalam pelarut tidak dapat menghasilkan ion-ion (tidak mengion).
Tergolong ke dalam jenis ini misalnya:
- Larutan urea Larutan sukrosa
- Larutan glukosa
- Larutan alkohol dan lain-lain

Eksponen Hidrogen
Besarnya konsentrasi ion H+ dalam larutan disebut derajat keasaman.
Untuk menyatakan derajat keasaman suatu larutan dipakai pengertian pH.
pH = - log [H+]
Untuk air murni (25oC): [H+] = [OH-] = 10-7 mol/l
pH = - log 10-7 = 7
Atas dasar pengertian ini, ditentukan:
- Jika nilai pH = pOH = 7, maka larutan bersifat netral
- Jika nilai pH < 7, maka larutan bersifat asam
- Jika nilai pH > 7, maka larutan bersifat basa
- Pada suhu kamar: pKw = pH + pOH = 14

Menyatakan pH Larutan Asam
Untuk menyatakan nilai pH suatu larutan asam, maka yang paling awal harus ditentukan (dibedakan)antara asam kuat dengan asam lemah.

1. pH Asam Kuat
Bagi asam-asam kuat ( alpha= 1), maka menyatakan nilai pH larutannya dapat dihitung langsung
dari konsentrasi asamnya (dengan melihat valensinya).
Contoh:
1. Hitunglah pH dari 100 ml larutan 0.01 M HCl !
Jawab:
HCl(aq) --- H+(aq) + Cl-(aq)
[H+] = [HCl] = 0.01 = 10-2 M
pH = - log 10-2 = 2
2. Hitunglah pH dari 2 liter larutan 0.1 mol asam sulfat !
Jawab:
H2SO4(aq)---- 2 H+(aq) + SO42-(aq)
[H+] = 2[H2SO4] = 2 x 0.1 mol/2.0 liter = 2 x 0.05 = 10-1 M
pH = - log 10-1 = 1

2. pH Asam Lemah
Bagi asam-asam lemah, karena harga derajat ionisasinya alpha1 (0 < alpha < 1) maka besarnya konsentrasi ion H+ tidak dapat dinyatakan secara langsung dari konsentrasi asamnya (seperti halnya asam kuat). Langkah awal yang harus ditempuh adalah menghitung besarnya [H+] dengan rumus

[H+] = V Ca . Ka)
dimana:

Ca = konsentrasi asam lemah
Ka = tetapan ionisasi asam lemah
Contoh:
Hitunglah pH dari 0.025 mol CH3COOH dalam 250 ml larutannya, jika diketahui Ka = 10-5
Jawab:
Ca = 0.025 mol/0.025 liter = 0.1 M = 10-1 M
[H+] = V(Ca . Ka) = 10-1 . 10-5
= 10-3 M
pH = -log 10-3 = 3

Menyatakan pH Larutan Basa
Prinsip penentuan pH suatu larutan basa sama dengan penentuan pH larutam asam, yaitu dibedakanuntuk basa kuat dan basa lemah.
1. pH Basa Kuat
Untuk menentukan pH basa-basa kuat (alpha= 1), maka terlebih dahulu dihitung nilai pOH larutandari konsentrasi basanya.

Contoh:
a. Tentukan pH dari 100 ml larutan KOH 0.1 M !
b. Hitunglah pH dari 500 ml larutan Ca(OH)2 0.01 M !
Jawab:
a. KOH(aq) --- K+(aq) + OH-(aq)
[OH-(] = [KOH] = 0.1 = 10-1 M
pOH = - log 10-1 = 1
pH = 14 - pOH = 14 - 1 = 13
b. Ca(OH)2(aq)---- Ca2+(aq) + 2 OH- (aq)
[OH-1] = 2[Ca(OH)2] = 2 x 0.01 = 2.10-2 M
pOH = - log 2.10-2 = 2 - log 2
pH = 14 - pOH = 14 - (2 - log 2) = 12 + log 2

2. pH Basa Lemah
Bagi basa-basa lemah, karena harga derajat ionisasinya alpha=1, maka untuk menyatakan konsentrasi ion OH- digunakan rumus:
[OH-] = V.(Cb . Kb)
dimana:
Cb = konsentrasi basa lemah
Kb = tetapan ionisasi basa lemah
Contoh:
Hitunglah pH dari 100 ml 0.001 M larutan NH4OH, jika diketahui tetapan ionisasinya = 10-5 M
Jawab:
[OH-] = V(Cb . Kb) = 10-3 . 10-5 = 10-4 M
pOH = - log 10-4 = 4
pH = 14 - pOH = 14 - 4 = 10






Larutan Buffer
Larutan buffer adalah:
a. Campuran asam lemah dengan garam dari asam lemah tersebut.
Contoh:
- CH3COOH dengan CH3COONa
- H3PO4 dengan NaH2PO4
b. Campuran basa lemah dengan garam dari basa lemah tersebut.
Contoh:
- NH4OH dengan NH4Cl
Sifat larutan buffer:
- pH larutan tidak berubah jika diencerkan.
- pH larutan tidak berubah jika ditambahkan ke dalamnya sedikit asam atau basa.

CARA MENGHITUNG LARUTAN BUFFER
1. Untuk larutan buffer yang terdiri atas campuran asam lemah dengan garamnya (larutannya akan selalu mempunyai pH < 7) digunakan rumus:
[H+] = Ka. Ca/Cg
pH = pKa + log Ca/Cg
dimana:
Ca = konsentrasi asam lemah
Cg = konsentrasi garamnya
Ka = tetapan ionisasi asam lemah
Contoh:
Hitunglah pH larutan yang terdiri atas campuran 0.01 mol asam asetat dengan 0.1 mol natrium
Asetat dalam 1 1iter larutan !
Ka bagi asam asetat = 10-5
Jawab:
Ca = 0.01 mol/liter = 10-2M
Cg = 0.10 mol/liter = 10-1 M
pH= pKa + log Cg/Ca = -log 10-5 + log-1/log-2 = 5 + 1 = 6
2. Untuk larutan buffer yang terdiri atas campuran basa lemah dengan garamnya (larutannya akan
selalu mempunyai pH > 7), digunakan rumus:
[OH-] = Kb . Cb/Cg
pOH = pKb + log Cg/Cb
dimana:
Cb = konsentrasi base lemah
Cg = konsentrasi garamnya
Kb = tetapan ionisasi basa lemah
Contoh:
Hitunglah pH campuran 1 liter larutan yang terdiri atas 0.2 mol NH4OH dengan 0.1 mol HCl ! (Kb=
10-5)
Jawab:
NH4OH(aq) + HCl(aq) NH4Cl(aq) + H2O(l)
mol NH4OH yang bereaksi = mol HCl yang tersedia = 0.1 mol
mol NH4OH sisa = 0.2 - 0.1 = 0.1 mol
mol NH4Cl yang terbentuk = mol NH40H yang bereaksi = 0.1 mol
Karena basa lemahnya bersisa dan terbentuk garam (NH4Cl) maka campurannya akan membentuk
Larutan buffer.
Cb (sisa) = 0.1 mol/liter = 10-1 M
Cg (yang terbentuk) = 0.1 mol/liter = 10-1 M
pOH = pKb + log Cg/Cb = -log 10-5 + log 10-1/10-1 = 5 + log 1 = 5
pH = 14 - p0H = 14 - 5 = 9

Hidrolisis
Hidrolisis adalah terurainya garam dalam air yang menghasilkan asam atau basa.
ADA EMPAT JENIS GARAM, YAITU :
1. Garam yang terbentuk dari reaksi asam kuat dengan basa kuat (misalnya NaCl, K2SO4 dan lain-lain) tidak mengalami hidrolisis. Untuk jenis garam yang demikian nilai pH = 7 (bersifatnetral).

2. Garam yang terbentuk dari reaksi asam kuat dengan basa lemah (misalnya NH4Cl, AgNO3 danlain-lain) hanya kationnya yang terhidrolisis (mengalami hidrolisis parsial). Untuk jenis garam yang demikian nilai pH < 7 (bersifat asam).

3. Garam yang terbentuk dari reaksi asam lemah dengan basa kuat (misalnya CH3COOK, NaCN dan lain-lain) hanya anionnya yang terhidrolisis (mengalami hidrolisis parsial). Untuk jenis garam yang demikian nilai pH > 7 (bersifat basa).

4. Garam yang terbentuk dari reaksi asam lemah dengan basa lemah (misalnya CH3COONH4,
Al2S3 dan lain-lain) mengalami hidrolisis total (sempurna). Untuk jenis garam yang demikian nilai pH-nya tergantung harga Ka den Kb.

Garam Yang Terbentuk Dari Asam Kuat Dan Basa Lemah
Karena untuk jenis ini garamnya selalu bersifat asam (pH < 7) digunakan persamaan:
[H+] = Kh . Cg
dimana :
Kh = Kw/Kb
Kh = konstanta hidrolisis
Jika kita ingin mencari nilai pH-nya secara langsung, dipergunakan persamaan:
pH = 1/2 (pKW - pKb - log Cg)
Contoh:
Hitunglah pH dari 100 ml larutan 0.1 M NH4Cl ! (Kb = 10-5)
Jawab:
NH4Cl adalah garam yang bersifat asam, sehingga pH-nya kita hitung secara langsung.
pH = 1/2 (pKw - pKb - log Cg)
= 1/2 (-log 10-14 + log 10-5 log 10-2)
= 1/2 (14 - 5 + 1)
= 1/2 x 10
= 5
Garam Yang Terbentuk Dari Asam Lemah Dan Basa Lemah
Untuk jenis garam ini larutannya selalu bersifat basa (pH > 7), dan dalam perhitungan digunakan
persamaan:
[OH-] = V (Kh . Cg)
dimana:
Kh = Kw/Ka
Kh = konstanta hidrolisis
Jika kita ingin mencari nilai pH-nya secara langsung, dipergunakan persamaan:

pH = 1/2 (pKw + pKa + log
Cg)
Contoh:
Hitunglah pH larutan dari 100 ml 0.02 M NaOH dengan 100 ml 0.02 M asam asetat ! (Ka = 10-5).
Jawab:
NaOH + CH3COOH CH3COONa + H2O
- mol NaOH = 100/1000 x 0.02 = 0.002 mol
- mol CH3COOH = 100/1000 x 0.02 = 0.002 mol
Karena mol basa yang direaksikannya sama dengan mol asam yang direaksikan, maka tidak ada yang tersisa, yang ada hanya mol garam (CH3COONa) yang terbentuk.
- mol CH3COONa = 0.002 mol (lihat reaksi)
- Cg = 0.002 mol/200 ml = 0.002 mol/0.2 liter = 0.01 M = 10-2M
- Nilai pH-nya akan bersifat basa (karena garamnya terbentuk dari asam lemah dengan basa kuat),
besarnya:
pH = 1/2 (pKw + pKa + log Cg)
= 1/2 (14 + 5 + log 10-2)
= 1/2 (19 - 2)
=8,5
SUMBER;http://sumarnokimia.blogspot.com/2012/01/teori-asam-basa.html

BIOLOGI SMESTER 2


SISTEM PERNAFASAN PADA MANUSIA


Manusia bernapas secara tidak langsung. Artinya, udara untuk pernapasan tidak berdifusi secara langsung melalui permukaan kulit. Difusi udara untuk pernapasan pada manusia terjadi di bagian dalam tubuh, yaitu gelembung paru-paru (alveolus). Pada pernapasan secara tidak langsung, udara masuk ke dalam tubuh manusia dengan perantara alat-alat pernapasan.
Alat-alat Pernapasan pada manusia terdiri dari rongga hidung, faring (tekak), laring (pangkal tenggorokan), trakea (batang tenggorokan), bronkus (cabang tenggorokan), dan pulmo (paru-paru).
Alat pernapasan manusia

1.      Rongga Hidung
Rongga hidung merupakan jalan masuk oksigen untuk pernapasan, dan jalan keluar karbon dioksida serta uap air sisa pernapasan. Di dalam rongga hidung terjadi penyaringan udara dari debu-debu yang masuk bersama udara. Udara yang masuk ke dalam rongga hidung juga mengalami proses penghangatan agar sesuai dengan suhu tubuh kita. Demikian juga pula kelembapan udara diatur agar sesuai dengan kelembapan tubuh kita.
2.      Faring (tekak)
Faring berbentuk seperti tabung corong yang terletak di belakang rongga hidung dan mulut. Faring berfungsi sebagai jalan bagi udara dan makanan. Selain itu, faring juga berfungsi sebagai ruang getar untuk menghasilkan suara.
Alat pernapasan manusia bagian atas
3.      Laring (pangkal tenggorokan)
Laring terdapat di antara faring dan trakea. Dinding laring tersusun dari sembilan buah tulang rawan. Salah satu tulang rawan tersusun dari dua lempeng kartilago hialin yang menyatu dan membentuk segitiga. Bagian ini disebut jakun.
Di dalam laring terdapat epiglotis dan pita suara. Epiglotis merupakan kartilago elastis yang berbentuk seperti daun. Epiglotis dapat membuka dan menutup. Pada saat menelan makanan, epiglotis menutup sehingga makanan tidak masuk ke tenggorokan tetapi menuju kerongkongan. Pita suara merupakan selaput lendir yang membentuk dua pasang lipatan dan dapat bergetar menghasilkan suara.
Pita suara manusia
4.      Trakea (batang tenggorokan)
Trakea berbentuk seperti pipa yang terletak memanjang di bagian leher dan rongga dada (toraks). Trakea tersusun dari cincin tulang rawan dan otot polos. Dinding bagian dalam trakea berlapis sel-sel epitel berambut getar (silia) dan selaput lendir. Trakea bercabang dua, yang satu menuju paru-paru kiri dan yang lain menuju paru-paru kanan. Cabang trakea disebut bronkus.
5.      Pulmo (paru-paru)
Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian atas. Rongga dada dan rongga perut dipisahkan oleh sekat, yaitudiafragma. Paru-paru terbagi menjadi dua bagian, yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan terdiri dari tiga gelambir dan paru-paru kiri terdiri dari dua gelambir. Paru-paru dibungkus oleh selaput paru-paru tipis yang disebut pleura.
Di dalam paru-paru, masing-masing bronkus bercabang-cabang membentuk bronkiolus. Selanutnya, bronkiolus bercabang-cabang menjadi pembuluh halus yang berakhir pada gelembung paru-paru yang disebut alveolus (jamak = alveoli). Alveoli menyerupai menyerupai busa atau sarang tawon. Jumlahnya alveoli kurang lebih 300 juta. Dinding alveolus sangat tipis dan elastis. Pada alveolus terjadi difusi atau pertukaran gas pernapasan, yaitu oksigen dan karbon dioksida.
Alveoli yang terdapat di dalam paru-paru manusia
C.      Mekanisme Pernapasan
Pernapasan merupakan suatu proses yang terjadi dengan sendirinya (secara otomatis). Walaupun kita dalam keadaan tidur, proses pernapasan berjalan terus. Pada saat kita bernapas ada dua proses yang terjadi yaitu inspirasi (proses masuknya udara ke dalam paru-paru) dan ekspirasi (proses keluarnya udara dari paru-paru). Inspirasi dan ekspirasi terjadi antara 15 – 18 kali setiap menit. Proses inspirasi dan ekspirasi diatur oleh otot-otot diafragma dan otot antartulang rusuk.
1.       Pernapasan Dada
Terjadi karena aktivitas otot antartulang rusuk. Bila otot antartulang rusuk berkerut (berkontraksi), maka tulang-tulang rusuk akan terangkat dan volume rongga dada akan membesar. Keadaan ini menyebabkan penurunan tekanan udara di dalam paru-paru. Karena tekanan udara di luar tubuh lebih besar, maka udara dari luar yang kaya oksigen masuk ke dalam paru-paru. Dengan demikian terjadilah inspirasi.
Bila otot-otot antartulang rusuk mengendor (relakasasi), yaitu kembali pada posisi semula, maka tulang-tulang rusuk akan tertekan. Akibatnya, volume rongga dada mengecil. Keadaan ini mengakibatkan naiknya tekanan udara di dalam paru-paru.
Pada saat insipirasi (a) rongga dada membesar dan (b) diafragma mendatar
2.       Pernapasan Perut
Pernapasan perut terjadi karena aktivitas otot-otot diafragma yang membatasi rongga perut dan rongga dada. Bila otot diafragma berkontraksi, maka diafragma akan mendatar. Keadaan ini mengakibatkan rongga dada membesar sehingga tekanan udara di paru-paru mengecil. Akibatnya, udara luar yang kaya oksigen masuk ke dalam paru-paru melalui saluran pernapasan. Dengan demikian, terjadilah inspirasi.
Sebaliknya, bila otot diafragma relaksasi (kembali pada posisi semula), maka kedudukan diafragma melengkung ke atas. Keadaan ini mengakibatkan rongga dada membesar. Akibatnya, udara dari paru-paru yang kaya karbon dioksida terdorong ke luar. Dengan demikian terjadilah ekspirasi.
Pada saat ekspirasi (a) rongga dada mengecil dan (b) diafragma melengkung ke atas
sumber;http://wandylee.wordpress.com/2012/03/20/sistem-pernapasan-pada-manusia/

MATEMATIKA SEMSTER 2


.  Suku Banyak


Secara matematis dapat ditulis : 

* Jika pembaginya fungsi linier, maka hasil bagi dan sisanya dapat dicari dengan cara metode pembagian sintetis Horner
* Jika pembaginya bukan linier dan tidak dapat diuraikan maka digunakan metode identitas.
Contoh:
Tentukan hasil bagi dan sisa pembagian suku banyak:dengan x -1 dengan menggunakan metode sintesis Horner!
Jawab :
Pembagian adalah (x-1), berarti k = 1
Kita gunakan metode sintetik berikut:

Dari bagan diatas terlihat bahwa hasil bagi adalah (x-1) dan sisa 40
D. Teorema Sisa
  1. Suatu suku banyak f ( x ) jika dibagi ( x – a ) maka sisanya = f ( a )
  2. Suatu suku banyak f( x ) jika dibagi ( x + a) maka sisanya f (-a)
  3. Suatu suku banyak f ( x ) jika dibagi (ax – b) maka sisanya = 
  4. Suatu suku banyak f ( x ) habis dibagi (x – a) maka f (a) = 0
E. Teorema Faktor
  1. Jika pada suku banyak f (x) berlaku f (a) = 0 dan f (b) = 0 maka f (c) = 0 maka f (x) habis dibagi (x – a)(x – b)(x – c).
  2. Jika (x – a) adalah faktor dari f (x) maka x = a adalah akar dari f (x).
  3. Jika f (x) dibagi oleh (x – a)(x – b) maka sisanya : 
  4. Jika f (x) dibagi oleh (x – a)(x – b)(x – c) maka sisanya      sumber;http://www.rumus.web.id/matematika/rumus-suku-banyak-polinom-matematika/

PENJAS SMESTER 2


RENANG


Renang telah dikenal sejah zaman pra-sejarah. Dari gambar-gambar yang berasal dari zaman batu diketahui adanya gua-gua bagi para perenang di dekat Wadi Sora sebelah barat daya Mesir. Di Jepang, renang adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh para samurai. Sejarah mencatat, pertandingan renang pertama diselenggarakan oleh Kaisar Suigui pada 36 sebelum Masehi.
Pertandingan renang yang memperebutkan gelar juara telah dimulai di Eropa sekitar tahun 1800 dan sebagian besar menggunakan gaya dada. Renang gaya bebas pertama kali dikenalkan oleh Arthur Trudgen. Gaya ini kemudian mulai dikombinasikan dengan gaya kaki yang menendang oleh Richard Cavill pada 1902. Di abad pertengahan, renang termasuk dalam tujuh kemahiran yang harus dimiliki oleh para ksatria termasuk berenang dengan membawa senjata.
Olahraga renang pertama kali dipertandingkan dalam Olimpiade modern 1896 di Athena, Yunani. Pada Olimpiade ini, hanya empat nomor yang dipertandingkan dari rencana semula enam nomor. Masing-masing adalah nomor 100 meter, 500 meter, 1.200 meter, nomor bebas, dan 100 meter bagi para pelaut. Olimpiade kedua diselenggarakan di Paris, Prancis pada 1900 dan mempertandingkan nomor 200 m, 1.000 m, 4.000 m, nomor bebas, 200 m gaya dada, dan 200 m nomor beregu.
Persatuan Renang Internasional (Federation Internationale De Natation De Amateur/FINA) dibentuk tahun 1908 semula menetapkan, gaya kupu-kupu adalah variasi gaya dada. Gaya ini baru menjadi gaya terpisah di tahun 1952. Wanita baru diperkenankan ikut pertandingan renang pada Olimpiade 1912 di Stockholm, Belanda. Itupun baru nomor bebas. Seiring dengan perkembangan olah raga renang renang semakin popular. Penggemar renang semakin bertambah. Bahkan, seringkali anak-anak diajarkan renang pada usia sangat dini.
SUMBER;http://map-bms.wikipedia.org/wiki/Renang

PKN SEMESTER 1



  • BUDAYA POLITIK 


  •  A. Pengertian Budaya Politik: Persepsi warga negara yang diaktualisasikan dalam pola sikap terhadap masalah politik dan peristiwa politik Ciri-ciri masyarakat politik menurut Robert E.Ward : 1. Organisasi pemerintah yang beraneka ragam 2. Kadar intergritas yang tinggi dalam struktur pemerintah 3. Besarnya peranan prosedur-prosedur rasional dan sekuler dalam putusan politik 4. Deras, luas dan tingginya efektifitas keputusan-keputusan politik dan administrasi 5. Meluas serta efektifnya rasa identifikasi rakyat terhadap sejarah, tanah air dan kepribadian nasional negaranya 6. Luas minat dan partisipasi masyarakat pada sistem politik 7. Alokasi peranan-peranan politik didasarkan pada prestasi dari pada kedudukan sosial 8. Pelaksanaan ketentuan-ketentuan juridis dan peraturan umum
  • 3. Ruang lingkup Budaya Politik menurut ALMOND DAN POWEL 1. Orientasi individu dari pengetahuan 2. Orientasi dipengaruhi perasaan keterlibatan, keterikatan ataupun penolakan 3. Orientasi bersifat menilai terhadap objek dan peristiwa politik
  • 4. BUDAYA POLITIK YANG BERKEMBANG DALAM MASYARAKAT INDONESIA Budaya politik Parokial (Parochial Political Culture): terbatas pada wilayah yang sempit, bersifat kedaerahan,biasanya pendidikan dasar Budaya politik Kaula (Subject Political Culture) : anggota masyarakat memiliki minat, perhatian dan mungkin kesadaran terhadap system politik secara keseluruhan biasanya pendidikan menengah Budaya politik partisipan (Participant political Culture) : anggota masyarakat menyadari betul hak dan kewajibannya, biasanya pendidikan diploma ke atas.
  • 5. Tipe budaya politik di Indonesia, disebabkan oleh faktor-faktor: Keragaman masyarakat Indonesia Masyarakat politik Parokial-Kaula disebabkan oleh isolasi budaya luar, pengaruh penjajahan, feodalisme, paternalistik dan primordial Sifat ikatan primordial memiliki ciri sentiment kedaerahan, kesukuan dan keagamaan Budaya politik yang mengikuti sifat paternalistik dan primordial e. Dilema modernisasi dengan tradisi masyarakat
  • 6. Perbedaan Budaya Politik Budaya Politik Parokial - Kaula Loyalitas sentimetial Kultus Pengabdian Emosional-irasional Hierarki Wali Dukungan Mobilisasi Marah Budaya Politik Partisipan Kalkulasi Pertimbangan Transaksi Rasional Keselarasan Mandataris Pertanggungjawaban Partisipasi Melawan
  • 7. C. Sosialisasi Politik dalam Pengembangan Budaya Politik Sosialisasi politik dapat dibagi ke dalam dua bagian, yaitu sebagai berikut : 1. Pendidikan Politik Suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, misalnya : Sekolah, pemerintah, dan partai politik 2. Indoktrinasi Politik Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma dan simbol yang dianggap pihak yang berkuasa, melalui berbagai forum pengarahan yang penuh paksaan psikologis, dan latihan penuh disiplin.
  • 8. Definisi Partisipasi Politik Norman H. Nie dan Sidney Verba dalam Handbook of Political Science, Partisipasi politik adalah kegiatan warga negara yang legal, yang sedikit banyak langsung bertujuan mempengaruhi seleksi pejabat-pejabat negara dan atau tindakan-tindakan yang diambil oleh mereka.
  • 9. 2. Samuel P. Huntington dan Joan M. Nelson dalam No Easy Choice: Partisipasi In Developing Countries, mengemukakan bahwa Partisipasi politik adalah kegiatan warga negara yang bertindak sebagai pribadi, untuk mempengaruhi pembuatan keputusan pemerintah. Herbert Mc Closky Dalam International Encyclopedia of The Social Science, partisipasi politik sebagai kegiatan sukarela dari warga masyarakat dengan cara mengambil bagian dalam proses pemilihan penguasa dan secara langsung atau tidak langsung dalam proses pembentukan kebijakan umum.
  • 10. Bentuk Partisipasi 1. Ramlan Surbakti a. Partisipasi aktif : mencakup kegiatan warga negara untuk mengajukan usul mengenai suatu kebijakan umum, mengajukan alternatif kebijakan umum yang berbeda dengan kebijakan pemerintah, mengajukan kritik dan saran perbaikan untuk meluruskan saran kebijaksanaan, membayar pajak, dan ikut serta dalam kegiatan pemerintah.
  • 11. QUIZ I KELAS XI a. Apa yang dimaksud dengan pengertian budaya politik ? b. Apa yang dimaksud dengan primordial ? Sosialisasi politik dapat dibagi ke dalam dua bagian, yaitu sebagai berikut : a………… b. ……………… Beri contoh masing-masing 3. a. Apa yang dimaksud dengan Budaya politik Partisipan ?, tulis satu contoh orang yang masuk dlm budaya partisipan ! b. Apa yang dimaksud dengan budaya politik kaula, tulis satu contoh pekerjaannya ? a. Tuliskan dua contoh peristiwa politik ! b. Apa yang dimaksud dengan feodalisme ? 5. Apa yang dimaksud besarnya peranan prosedur-prosedur rasional dan sekuler dalam putusan politik
  • 12. Partisipasi pasif : antara lain berupa kegiatan mentaati peraturan pemerintah, menerima, dan melaksanakan setiap keputusan pemerintah. Milbrath dan Goel, kategori partisipasi : a. Apatis : orang yang menarik diri dari proses politik b. Spektator : orang yang setidak-tidaknya pernah ikut dalam pemilihan umum. untuk menghubungi penguasa
  • 13. c. Gladiator : orang yang secara aktif terlibat dalam proses politik, sebagai komunikator dengan tugas khusus mengadakan kontak tatap muka, aktivitas partai dan pekerja kampanye, serta aktivis masyarakat. Pengkritik : orang-orang yang berpartisipasi dalam bentuk yang tidak konvensional Muller : bentuk partisipasi politik berdasarkan jumlah pelakunya, yaitu : a. partisipasi individual adalah partisipasi yang berwujud kegiatan seperti menulis surat yang berisi tuntutan atau keluhan kepada pemerintah.
  • 14. b. Partisipasi kolektif adalah partisipasi yang berwujud kegiatan warga negara yang dilakukan serentak dan dimaksudkan memengaruhi penguasa seperti kegiatan dalam pemilihan umum.
  • 15. Miriam Budiardjo mengemukakan partisipasi dalam bentuk piramida : Menyimpang : pembunuhan politik, pembajak, teroris Aktivis : pejabat umum, pejabat partai sepenuh waktu, pim. Kelompok kepentingan Partisipan : petugas kampanye, aktif dlm partai/ kelompok kepentingan, aktif dlm proyek-proyek sosial Pengamat : mengahadiri rapat umum, anggota kelompok kepentingan, usaha meyakinkan orang, memberikan suara dalam pemilu, mendiskusikan masalah politik, perhatian pada perkembangan politik, perhatian pada perkembangan politik Orang yang apatis
  • 16. 5.Samuel Huntington dan Joan Nelson mengemukakan bentuk partisipasi sebagai berikut : a. Kegiatan Pemilihan : sumbangan2 untuk kampanye, bekerja dalam pemilihan dan mencari dukungan bagi seorang calon b. Lobbying : usaha perorangan/ kelompok untuk menghubungi penguasa-pengusa pemerintah c. Kegiatan Organiasasi partisipasi anggota atau pejabat dalam organisasi yang tujuan utamanya adalah mempengaruhi pemerintah
  • 17. Mencari koneksi (contacting) merupakan tindakan perorangan yang ditujukan kepada penguasa untuk manfaat beberapa orang Tindakan kekerasan (violence) tindakan untuk mempengaruhi tindakan pemerintah dengan menimbulkan kerugian fisik.
  • 18. D. BUDAYA POLITIK PARTISIPAN Budaya politik partisipan tidak bisa lepas dari demokrasi yang sehat.Sikap perbuatan yang demokratis dalam kehidupan sehari-hari, yaitu: 1. Menghindari sikap angkuh, mau menang sendiri, mementingkan diri dan kelompok, adu kekuatan, keras kepala, ekstrem dan meremehkan orang lain
  • 19. 2. Membina dan membiasakan sikap perilaku demokrasi, kekeluargaan, musyawarah, saling mengalah, tolerasi, dan tenggang rasa. 
  • SUMBER;http://www.slideshare.net/HendrastutiRetno/bab-1-kelas-xi-budaya-politik

MULOK SEMESTER 1

PEMINDANGAN GARAM



I.     TEKNOLOGI PENGOLAHAN IKAN PINDANG AIR GARAM
Pemindangan adalah proses pengolahan ikan dengan cara penggaraman yang diikuti dengan perbusan. Ikan pindang mempunyai bentuk utuh dengan rasa dan aroma yang disukai. Jenis ikan yang biasa dibuat pindang antara lain ikan bandeng, tongkol, lemuru dan selar. Cara pemindangan yang dilakukan pengolah banyak sekali ragamnya, namun secara umum cara pengolahan pindang dibedakan menjadi 2 yaitu pindang garam dan pindang air garam.
Pada pengolahan pindang air garam,ikan disusun dalam wadah yang tembus air (naya, besek atau keranjang) kemudian direbus dalam bak perebus yang berisi larutan garam mendidih.
a)    Bahan baku             :
Ikan kembung, layang, tongkol, bandeng atau lemuru
b)   Bahan tambahan    : Garam
c)    Peralatan                  :
-            Naya atau besek
-            Kompor atau tungku rebusan
-            Panci
-            Pisau
-            Ember
-            Rak penirisan
d)   Cara pengolahan   :
1)     Ikan dicuci bersih dan disiangi dengan membuang insang dan isi perut untuk mencegah kontaminasi dan memperpanjang daya awet.
2)     Setelah ikan berih, ikan direndam dalam larutan garam 3% selama 15 menit.
3)     Susun ikan dalam wadah (naya atau besek) secara saling antara tiap lapisan. Susun 3 - 4 buah naya yang telah berisi ikan, kemudian ikat menjadi satu.
4)     Masukkan ikan dalam larutan garam (kosentrasi 10-15%) yang mendidih selama 30-60 menit.
5)     Setelah perebusan naya atau besek diangkat kemudian disiram dengan air panas untuk menghilangkan kotoran yang terbawa dari air perebusan. Tiriskan.
6)     Letakkan naya di rak-rak untuk didinginkan.
sumber;
I.     TEKNOLOGI PENGOLAHAN IKAN PINDANG AIR GARAM
Pemindangan adalah proses pengolahan ikan dengan cara penggaraman yang diikuti dengan perbusan. Ikan pindang mempunyai bentuk utuh dengan rasa dan aroma yang disukai. Jenis ikan yang biasa dibuat pindang antara lain ikan bandeng, tongkol, lemuru dan selar. Cara pemindangan yang dilakukan pengolah banyak sekali ragamnya, namun secara umum cara pengolahan pindang dibedakan menjadi 2 yaitu pindang garam dan pindang air garam.
Pada pengolahan pindang air garam,ikan disusun dalam wadah yang tembus air (naya, besek atau keranjang) kemudian direbus dalam bak perebus yang berisi larutan garam mendidih.
a)    Bahan baku             :
Ikan kembung, layang, tongkol, bandeng atau lemuru
b)   Bahan tambahan    : Garam
c)    Peralatan                  :
-            Naya atau besek
-            Kompor atau tungku rebusan
-            Panci
-            Pisau
-            Ember
-            Rak penirisan
d)   Cara pengolahan   :
1)     Ikan dicuci bersih dan disiangi dengan membuang insang dan isi perut untuk mencegah kontaminasi dan memperpanjang daya awet.
2)     Setelah ikan berih, ikan direndam dalam larutan garam 3% selama 15 menit.
3)     Susun ikan dalam wadah (naya atau besek) secara saling antara tiap lapisan. Susun 3 - 4 buah naya yang telah berisi ikan, kemudian ikat menjadi satu.
4)     Masukkan ikan dalam larutan garam (kosentrasi 10-15%) yang mendidih selama 30-60 menit.
5)     Setelah perebusan naya atau besek diangkat kemudian disiram dengan air panas untuk menghilangkan kotoran yang terbawa dari air perebusan. Tiriskan.
6)     Letakkan naya di rak-rak untuk didinginkan.

I.     TEKNOLOGI PENGOLAHAN IKAN PINDANG AIR GARAM
Pemindangan adalah proses pengolahan ikan dengan cara penggaraman yang diikuti dengan perbusan. Ikan pindang mempunyai bentuk utuh dengan rasa dan aroma yang disukai. Jenis ikan yang biasa dibuat pindang antara lain ikan bandeng, tongkol, lemuru dan selar. Cara pemindangan yang dilakukan pengolah banyak sekali ragamnya, namun secara umum cara pengolahan pindang dibedakan menjadi 2 yaitu pindang garam dan pindang air garam.
Pada pengolahan pindang air garam,ikan disusun dalam wadah yang tembus air (naya, besek atau keranjang) kemudian direbus dalam bak perebus yang berisi larutan garam mendidih.
a)    Bahan baku             :
Ikan kembung, layang, tongkol, bandeng atau lemuru
b)   Bahan tambahan    : Garam
c)    Peralatan                  :
-            Naya atau besek
-            Kompor atau tungku rebusan
-            Panci
-            Pisau
-            Ember
-            Rak penirisan
d)   Cara pengolahan   :
1)     Ikan dicuci bersih dan disiangi dengan membuang insang dan isi perut untuk mencegah kontaminasi dan memperpanjang daya awet.
2)     Setelah ikan berih, ikan direndam dalam larutan garam 3% selama 15 menit.
3)     Susun ikan dalam wadah (naya atau besek) secara saling antara tiap lapisan. Susun 3 - 4 buah naya yang telah berisi ikan, kemudian ikat menjadi satu.
4)     Masukkan ikan dalam larutan garam (kosentrasi 10-15%) yang mendidih selama 30-60 menit.
5)     Setelah perebusan naya atau besek diangkat kemudian disiram dengan air panas untuk menghilangkan kotoran yang terbawa dari air perebusan. Tiriskan.
6)     Letakkan naya di rak-rak untuk didinginkan.

I.     TEKNOLOGI PENGOLAHAN IKAN PINDANG AIR GARAM
Pemindangan adalah proses pengolahan ikan dengan cara penggaraman yang diikuti dengan perbusan. Ikan pindang mempunyai bentuk utuh dengan rasa dan aroma yang disukai. Jenis ikan yang biasa dibuat pindang antara lain ikan bandeng, tongkol, lemuru dan selar. Cara pemindangan yang dilakukan pengolah banyak sekali ragamnya, namun secara umum cara pengolahan pindang dibedakan menjadi 2 yaitu pindang garam dan pindang air garam.
Pada pengolahan pindang air garam,ikan disusun dalam wadah yang tembus air (naya, besek atau keranjang) kemudian direbus dalam bak perebus yang berisi larutan garam mendidih.
a)    Bahan baku             :
Ikan kembung, layang, tongkol, bandeng atau lemuru
b)   Bahan tambahan    : Garam
c)    Peralatan                  :
-            Naya atau besek
-            Kompor atau tungku rebusan
-            Panci
-            Pisau
-            Ember
-            Rak penirisan
d)   Cara pengolahan   :
1)     Ikan dicuci bersih dan disiangi dengan membuang insang dan isi perut untuk mencegah kontaminasi dan memperpanjang daya awet.
2)     Setelah ikan berih, ikan direndam dalam larutan garam 3% selama 15 menit.
3)     Susun ikan dalam wadah (naya atau besek) secara saling antara tiap lapisan. Susun 3 - 4 buah naya yang telah berisi ikan, kemudian ikat menjadi satu.
4)     Masukkan ikan dalam larutan garam (kosentrasi 10-15%) yang mendidih selama 30-60 menit.
5)     Setelah perebusan naya atau besek diangkat kemudian disiram dengan air panas untuk menghilangkan kotoran yang terbawa dari air perebusan. Tiriskan.
6)     Letakkan naya di rak-rak untuk didinginkan.

I.     TEKNOLOGI PENGOLAHAN IKAN PINDANG AIR GARAM
Pemindangan adalah proses pengolahan ikan dengan cara penggaraman yang diikuti dengan perbusan. Ikan pindang mempunyai bentuk utuh dengan rasa dan aroma yang disukai. Jenis ikan yang biasa dibuat pindang antara lain ikan bandeng, tongkol, lemuru dan selar. Cara pemindangan yang dilakukan pengolah banyak sekali ragamnya, namun secara umum cara pengolahan pindang dibedakan menjadi 2 yaitu pindang garam dan pindang air garam.
Pada pengolahan pindang air garam,ikan disusun dalam wadah yang tembus air (naya, besek atau keranjang) kemudian direbus dalam bak perebus yang berisi larutan garam mendidih.
a)    Bahan baku             :
Ikan kembung, layang, tongkol, bandeng atau lemuru
b)   Bahan tambahan    : Garam
c)    Peralatan                  :
-            Naya atau besek
-            Kompor atau tungku rebusan
-            Panci
-            Pisau
-            Ember
-            Rak penirisan
d)   Cara pengolahan   :
1)     Ikan dicuci bersih dan disiangi dengan membuang insang dan isi perut untuk mencegah kontaminasi dan memperpanjang daya awet.
2)     Setelah ikan berih, ikan direndam dalam larutan garam 3% selama 15 menit.
3)     Susun ikan dalam wadah (naya atau besek) secara saling antara tiap lapisan. Susun 3 - 4 buah naya yang telah berisi ikan, kemudian ikat menjadi satu.
4)     Masukkan ikan dalam larutan garam (kosentrasi 10-15%) yang mendidih selama 30-60 menit.
5)     Setelah perebusan naya atau besek diangkat kemudian disiram dengan air panas untuk menghilangkan kotoran yang terbawa dari air perebusan. Tiriskan.
6)     Letakkan naya di rak-rak untuk didinginkan.

I.     TEKNOLOGI PENGOLAHAN IKAN PINDANG AIR GARAM
Pemindangan adalah proses pengolahan ikan dengan cara penggaraman yang diikuti dengan perbusan. Ikan pindang mempunyai bentuk utuh dengan rasa dan aroma yang disukai. Jenis ikan yang biasa dibuat pindang antara lain ikan bandeng, tongkol, lemuru dan selar. Cara pemindangan yang dilakukan pengolah banyak sekali ragamnya, namun secara umum cara pengolahan pindang dibedakan menjadi 2 yaitu pindang garam dan pindang air garam.
Pada pengolahan pindang air garam,ikan disusun dalam wadah yang tembus air (naya, besek atau keranjang) kemudian direbus dalam bak perebus yang berisi larutan garam mendidih.
a)    Bahan baku             :
Ikan kembung, layang, tongkol, bandeng atau lemuru
b)   Bahan tambahan    : Garam
c)    Peralatan                  :
-            Naya atau besek
-            Kompor atau tungku rebusan
-            Panci
-            Pisau
-            Ember
-            Rak penirisan
d)   Cara pengolahan   :
1)     Ikan dicuci bersih dan disiangi dengan membuang insang dan isi perut untuk mencegah kontaminasi dan memperpanjang daya awet.
2)     Setelah ikan berih, ikan direndam dalam larutan garam 3% selama 15 menit.
3)     Susun ikan dalam wadah (naya atau besek) secara saling antara tiap lapisan. Susun 3 - 4 buah naya yang telah berisi ikan, kemudian ikat menjadi satu.
4)     Masukkan ikan dalam larutan garam (kosentrasi 10-15%) yang mendidih selama 30-60 menit.
5)     Setelah perebusan naya atau besek diangkat kemudian disiram dengan air panas untuk menghilangkan kotoran yang terbawa dari air perebusan. Tiriskan.
6)     Letakkan naya di rak-rak untuk didinginkan.

I.     TEKNOLOGI PENGOLAHAN IKAN PINDANG AIR GARAM
Pemindangan adalah proses pengolahan ikan dengan cara penggaraman yang diikuti dengan perbusan. Ikan pindang mempunyai bentuk utuh dengan rasa dan aroma yang disukai. Jenis ikan yang biasa dibuat pindang antara lain ikan bandeng, tongkol, lemuru dan selar. Cara pemindangan yang dilakukan pengolah banyak sekali ragamnya, namun secara umum cara pengolahan pindang dibedakan menjadi 2 yaitu pindang garam dan pindang air garam.
Pada pengolahan pindang air garam,ikan disusun dalam wadah yang tembus air (naya, besek atau keranjang) kemudian direbus dalam bak perebus yang berisi larutan garam mendidih.
a)    Bahan baku             :
Ikan kembung, layang, tongkol, bandeng atau lemuru
b)   Bahan tambahan    : Garam
c)    Peralatan                  :
-            Naya atau besek
-            Kompor atau tungku rebusan
-            Panci
-            Pisau
-            Ember
-            Rak penirisan
d)   Cara pengolahan   :
1)     Ikan dicuci bersih dan disiangi dengan membuang insang dan isi perut untuk mencegah kontaminasi dan memperpanjang daya awet.
2)     Setelah ikan berih, ikan direndam dalam larutan garam 3% selama 15 menit.
3)     Susun ikan dalam wadah (naya atau besek) secara saling antara tiap lapisan. Susun 3 - 4 buah naya yang telah berisi ikan, kemudian ikat menjadi satu.
4)     Masukkan ikan dalam larutan garam (kosentrasi 10-15%) yang mendidih selama 30-60 menit.
5)     Setelah perebusan naya atau besek diangkat kemudian disiram dengan air panas untuk menghilangkan kotoran yang terbawa dari air perebusan. Tiriskan.
6)     Letakkan naya di rak-rak untuk didinginkan.
sumber;http://muhammad-taswin.blogspot.com/2012/04/teknologi-pengolahan-ikan-pindang-air.html